Jumat, 21 September 2012

Artikel Kesehatan


Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Miskin


Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi semua umat manusia tanpa membedakan status sosialnya. Jika seseorang sakit, dia tidak akan mampu melaksanakan berbagai tugas dan kewajibannya. Hal tersebut akan berdampak bagi kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Oleh karena itu, semua orang berlomba-lomba menjaga kesehatan mereka. Tapi sayang sekali, penyakit sering tiba-tiba datang dalam kehidupan manusia. Bagi orang yang mampu, mereka dapat dengan mudah memperoleh perawatan atau pengobatan dengan biaya mereka sendiri. Tetapi, bagaimana dengan nasib warga miskin? Bagi mereka kesehatan adalah hal yang sangat mahal. Apabila mereka terkena penyakit, hal tersebut merupakan hal yang sangat menakutkan. Mereka akan sangat sulit untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit tersebut karena buruknya pelayanan kesehatan di negara kita terutama bagi golongan seperti mereka. Jaminan kesehatan bagi warga miskin di Negara kita ini sangat miris, bagaimana tidak di jaman seperti ini, banyaknya masyarakat kurang mampu mengeluh untuk mendapatkan hak perlindungan mereka. Mereka atau warga miskin selalu beranggapan bahwa hukum di Negara tidak adil. Kesehatan yang menjadi prioritas utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dilindungi lagi oleh pemerintah yang berwajib.
 Bagi warga miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memuaskan adalah hal yang sangat sulit. Mereka harus memenuhi berbagai macam syarat yang ditentukan oleh pihak  rumah sakit. Syarat-syarat tersebut menjadi alat untuk mempersulit pasien dari warga miskin untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Pihak rumah sakit terlalu mementingkan syarat daripada pelayanan yang diberikan. Pasien kalangan kurang mampu seringkali mendapat perlakuan yang berbeda dari pihak rumah sakit. Mereka dijadikan pasien kelas dua. Pihak rumah sakit lebih mendahulukan pasien yang memiliki uang daripada pasien yang menggunakan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat). Walaupun mereka dalam keadaan sekarat, mereka harus rela menunggu setelah pasien yang mimiliki uang tersebut. Hal seperti ini sering kita jumpai dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit khususnya di Negara kita. Sehingga mereka beranggapan bahwa status mereka sangat di bedakan di Negara kita padahal hal tersebut tidak sepantasnya di lakukan oleh pihak instansi apapun, apalagi seperti pelayanan kesehatan seperti ini, karena kesehatan sangat penting untuk menciptakan suatu bangsa yang bebas dari suatu masalah baik di bidang apa pun kususnya kesehatan yang menjadi factor utama. Diskriminasi dalam hal pelayanan inilah yang membuat masyarakat kecewa dengan kinerja pemerintah khususnya di bidang kesehatan.
Upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga miskin melalui Jamkesmas masih belum dapat terealisasi dengan baik. Banyak pasien pengguna Jamkesmas masih saja dipersulit dengan urusan administrasi. Pemerintah perlu memberikan perhatian khusus dalam menangani masalah ini. Hal ini karena kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara. Negara wajib memberikan jaminan kesehatan kepada warganya, termasuk warga miskin. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin masih belum dapat dirasakan. Masyarakat golongan miskin seringkali tidak mendapatkan pelayanan yang layak. Mereka harus dihadapkan dengan berbagai syarat yang mempersulit. Ditambah lagi dengan sikap diskriminasi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di negara kita sampai saat ini masih di jadikan pembicaraan dikalangan masyarakat, mereka mengganggap pemerintah di Negara kita tidak memperhatikan masalah kesehatan khususnya.  Seiring jaman globaliasi seperti saat ini, banyak bermunculaan penyakit penyakit baru yang mewabah di kalangan masyarakat dengan hal tersebut banyak dari masyarakat kita yang terserang wabahnya, lain halnya dengan warga yang masih bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka , misalnya dengan makanan yang bergisi,tempat tinggal yang layak, bagaimana kehidupan masyarakat kita yang kurang mampu, itulah yang menjadi salah satu factor yang patut di bicarakan untuk mewujudkan kesehatan yang utuh di Negara kita . Timbulnya wabah penyakit seperti ini menyebabkan mereka enggan untuk melakukan pengobatan yang diakibatkan karena biaya perawatan rumah sakit yang begitu mahal. Sehingga usaha pemerintah mewujudkannya dengan memberikan bantuan dari pemerintah bagi warga Negara yang kurang mampu dalam bidang kesehatan seperti pelayanan Jamkesmas ataupun JKBM .
 Keadaan ini bukan membuat masyarakat menjadi lebih gampang menemukan atau menerima bantuan pengobatan , atau kesehatan yang layak, namun hal ini menyebabkan mereka menjadi semakin sulit, karena dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan layanan ini, pihak rumah sakit sangat kewalahan sehingga jarang dari mereka yang diperhatikan. Dalam hal ini, pemerintah perlu meninjau kembali kinerja rumah sakit khususnya dalam pelayanan terhadap warga kurang mampu. Agar kedepannya kita sebagai warga Negara dapat mempercayai kinerja pemerintahan khususnya dalam upaya membangun kesehatan seperti yang di ungkapkan oleh WHO dan Depkes RI bahwa kesehatan merupakan hal yang sangat penting yang merupakan sesuatu yang sangat berguna bagi kita semua, karena kesehatan adalah modal dasar bagi setiap orang untuk melakukan segala aktivitas dengan baik dan maksimal.
Selain itu bagi para tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Negara kita, sesungguhnya tidak memperhatikan status klien kita. Seorang perawat profesional haruslah mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Semua peran tersebut sangatlah berpengaruh dalam membangun citra perawat dan tenaga pelayanan kesehatan di masyarakat. Perawat atau petugas pelayanan kesehatan lainnya seharusya lebih memahami bahwa kebutuhan dan ekonomi yang berbeda-beda dalam diri klien. Kenyamanan yang tercipta akan membantu klien dalam proses penyembuhan, sehingga proses penyembuhan akan lebih cepat. Pemberian rasa nyaman yang diberikan perawat kepada klien dapat berupa sikap atau perilaku yang ditunjukkan dengan sikap peduli, sikap ramah, sikap sopan, tidak memandang status klien miskin ataupun kaya serta, tidak membedakan dari golongan nya, suku, agama, kepercayaan, sehingga sesorang klien tidak memandang bahwa perawat atau dunia kesehatan di Negara kita menganaktirikan golongan atau masyaraat yang kurang mampu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar